Tampilkan postingan dengan label puasa arafah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puasa arafah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Februari 2013

PUASA SUNNAH

PUASA BULAN RAJAB

Puasa sunnah merupakan puasa yang dianjurkan untuk umat islam setelah puasa wajib karena bagi yang melakukannya akan mendapat pahala dan bagi yang meninggalkan juga tidak berdosa.Puasa sunnah terdiri dari beberapa macam diantaranya ialah

1.Puasa pada hari senin dan kamis
Meski tidak ada kewajiban yang mengiringi puasa hari senin dan kamis namun keduanya ialah hari dimana semua amal hambanya akan diangkat dan akan diperlihatkan kepada Alloh swt.Nabi saw bersabda”Amal-amal itu akan diperlihatkan pada hari senin dan kamis,maka aku akan senang jika amalku bisa ditampakkan pada saat aku berpuasa.”(HR at-Tirmidzi)

2.Puasa 6 hari pada bulan syawal
Puasa syawal boleh dilakukan pada 6 hari berturut-turut setelah hari raya idul adha.Puasa juga boleh dilakukan ditengah atau diakhir selama itu bukan dilakukan pada hari tasyriq atau pada hari pertama bulan syawal. Puasa pada bulan syawal pahalanya sama dengan jika melakukan puasa penuh selama 1 tahun.Rosululloh sangat menganjurkan kepada umat muslim untuk melaksanakan puasa pada bulan ramadhan dan puasa sunnah selama 6 hari pada bulan syawal.

3.Puasa pada hari Arafah
Puasa Arafah ini dilakukan pada tanggal 9 bulan dzulhijjah bagi orang-orang yang tidak melakukan ibadah haji.Melakukan puasa pada hari Arafah keutamaannya ialah akan dihapuskan dosa-dosanya pada tahun yang lalu dan akan dihapuskan dosanya pada tahun yang akan datang.

4.Puasa pada bulan sya’ban
Pada bulan sya’ban kita disunnahkan untuk berpuasa.Keutamaan bulan sya’ban ialah pada bulan ini semua amal akan diangkat kepada Alloh yang menguasai semesta alam

5.Puasa 3 hari pada setiap bulan
Pada setiap bulan disunnahkan untuk melakukannya pada ayyamul bidh atau hari putih yaitu setiap tanggal 13,14,dan 15.Tidaklah benar anggapan sebagian orang bahwa puasa pada hari putih hanya dengan makan nasi putih,telur putih,air putih,dll

6.Puasa pada bulan yang diharamkan atau bulan yang dihormati
Yakni pada bulan Dzulqo’dah,Dzulhijjah,Muharram dan Rojab.dianjurkan pada bulan-bulan ini untuk memperbanyak amal ibadah termasuk puasa.Meskipun dinamakan bulan haram namun tidak berarti diharamkan juga untuk berpuasa.

7.Puasa 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah
Yang dimaksud ialah puasa pada 9 hari yang pertama dibulan ini namun tidak termasuk hari yang ke-10 karena pada hari ke-10 merupakan hari raya qurban dan diharamkan untuk berpuasa

8.Puasa pada bulan Muharram
Puasa pada bulan muharram yang terutama ialah pada bulan Assyuro’.Keutamaannya ialah puasa pada ini merupakan puasa yang paling utama sesudah puasa pada bulan Ramadhan

9.Puasa Daud
Puasa daud ialah puasa sehari dan tidak puasa sehari.Kemudian begitu lagi dan seterusnya.Keutamaannya ialah puasa ini merupakan puasa yang paling disukai oleh Alloh

10.Puasa bagi orang yang belum menikah
Puasa ini dianjurkan bagi orang yang mempunyai syahwat tinggi dan belum menikah.Puasa ini bermanfaat untuk meredam gejolak syahwat namun melakukan puasa ini harus diluar hari yang diharamkan untuk berpuasa.

 Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini

Minggu, 10 Februari 2013

PUASA ARAFAH

PUASA BULAN RAJAB



1.Pengertian Puasa Arafah
Puasa Arafah ialah puasa yang dilakukan sebelum idul qurban atau idul adha yaitu pada tanggal 9 dzulhijjah. 9 dzulhijjah merupakan hari yang mulia saat di mana datang pengampunan dosa dan pembebasan diri dari siksa neraka. Dinamakan puasa Arafah dikarenakan ketika itu para jama’ah haji sedang melakukan wukuf dibawah terik matahari di padang Arafah. Puasa ini dianjurkan untuk orang yang tidak pergi haji sedangkan bagi orang yang berhaji tidak disyariatkan untuk puasa Arafah. Hari Arafah memang salah satu hari yang istimewa, karena pada hari itu Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat-Nya. Maka dari itu tidak aneh jika kaum muslimin yang tidak wukuf di Arafah disyariatkan untuk berpuasa selama satu hari dengan janji keutamaan yang sangat besar.

2. Sejarah Puasa Arafah
Dalam sejarahnya, munculnya puasa Arafah ini berkaitan dengan umat Islam pada generasi awal. Ketika itu, umat ini memiliki semangat yang besar untuk berlomba dalam kebaikan. Disaat yang lain berkesempatan melakukan ibadah haji ketika wukuf di Arafah maka muncullah keingintahuan mereka yang belum berkesempatan untuk melaksanakan haji supaya memiliki kesempatan untuk beribadah juga. Bagi yang berkesempatan melaksanakan haji mereka bisa melaksanakan wukuf. Sedangkan untuk mereka yang belum berkesempatan melaksanakan wukuf, bisa melakukan puasa Arafah.

3. Tata Cara Pelaksanaan Puasa Arafah
Niat puasa Arafah yaitu:
Nawaitu ashoumul arafah lilyaumil ghoddi lillahi Ta’ala
Artinya :“ Saya niat puasa Arafah pada hari ini karena Allah ta’ala.”

4. Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah memiliki beberapa keutamaan diantaranya ialah:
a. Allah akan mengampuni dosa kita selama 2 tahun yaitu dosa tahun lalu dan dosa tahun depan

b. Allah akan menjaga dirinya dari berbuat dosa selama 2 tahun

c. Pembebasan dari api neraka
 Sebagian ulama’ menjelaskan jika pembebasan dari neraka pada hari Arafah diberikan Allah bukan hanya kepada para jamaah haji yang sedang wukuf saja  tetapi juga kepada kaum muslimin yang tidak sedang menjalankan haji. Terlimpahkannya ampunan Allah terhadap dosa selama dua tahun melalui puasa Arafah sangat berkaitan dengan keutamaan ini.

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)
d. Dikabulkannya doa

Secara umum doa orang yang berpuasa akan dikabulkan oleh Allah. Jika Ditambah lagi dengan keutamaan waktu hari Arafah yang merupakan sebaik-baik doa pada waktu itu, maka semakin kuatlah keutamaan terkabulnya doa orang yang berpuasa Arafah pada hari itu.
   
“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir (Tidak ada Ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. MilikNyalah segala kerajaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi, Hasan)

Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini